Kumpulan Artikel Penuh Inspirasi

19 November 2009

Gambarkan Impian Anda

Ketika Anda memiliki impian maka langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah memvisualisasikannya. Kekuatan visualisasi saya pahami dan rasakan ketika saya melakukan pertemuan bisnis dengan seorang pengusaha hotel yang sukses mengembangkan jasanya. Hingga saat ini setidaknya ia adalah pemilik 4 hotel berbintang di wilayah Puncak, Jawa Barat, sebuah wilayah destinasi tujuan wisata yang sangat dikenal tidak saja oleh orang-orang Jakarta tetapi juga meluas hingga ke timur tengah.

Pertemuan bisnis saya dengannya berfokus pada upaya mensinergikan potensi yang kami miliki untuk menghasilkan profit yang tinggi ditengah-tengah ketatnya persaingan bisnis perhotelan saat ini. Saat itu saya memberikan saran-saran sebagai konsultan pelatihan yang telah memiliki pengalaman cukup lama di dunia pelatihan experiential learning, saya menyebutnya dengan metode pelatihan yang menyenangkan, interaktif, sarat makna, dan menggugah hati. Singkat cerita dalam pertemuan bisnis yang serius namun santai tersebut ia memberikan kepercayaan kepada saya bersama tim saya untuk mengelola pelatihan pada 4 hotel berbintang yang ia miliki.

Setelah pembicaraan bisnis kami selesai, kami pun berbincang-bincang ringan. Salah satu pembicaraan yang sangat berkesan bagi saya ialah ketika ia menceritakan proses perwujudan salah satu impian yang ia miliki sekitar lebih dari 20 tahun lalu. Impian ini didasarkan pada konsep yang ia miliki tentang bagaimana membangun kesejahteraan masyarakat. Ia berpendapat bahwa masyarakat di sebuah daerah akan sejahtera ketika mereka mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal dengan terpadu. Karena tinggal dan lahir di daerah puncak ia pun akhirnya melihat salah satu potensi yang dimiliki oleh daerahnya adalah perhotelan dan pariwisata. Oleh karena itu ia beranggapan masyarakat daerah puncak akan lebih maju jika memiliki skill yang sesuai dengan potensi daerahnya. Berhubung pada saat itu belum ada lembaga pendidikan yang mendukung maka ia memiliki impian untuk membangun lembaga tersebut mulai dari tingkatan SMP-SMA hingga akademi yang berfokus pada jasa perhotelan dan pariwisata.

Ia menceritakan, ketika ia menginginkan hal itu terjadi, ia tidak sekedar memimpikannya, tapi ia memvisualisasikan impian yang ia miliki. Pada saat itu ia menggambarkan impiannya pada selembar kertas gambar dengan menggunakan pensil warna. Ia menggambarkannya dengan sederhana, namun mampu menggambarkan keseriusan yang ia miliki. Pada kertas tersebut ia gambarkan perkiraan luas tanah yang ia perlukan untuk mendirikan sekolah mulai dari tingkat SMP hingga akademi. Ia gambarkan berapa banyak gedung yang ia butuhkan dan seberapa besar gedung sekolah tersebut, lengkap dengan warna cat yang melapisi dindingnya, serta para siswa dan mahasiswa yang akan belajar disana. Ia pun tidak lupa untuk memperkirakan dana sebesar 3 milyar rupiah yang ia perlukan untuk membangun lembaga tersebut.

Gambar yang ia buat menggambarkan keseriusan yang ia miliki. Walaupun ketika ia memperlihatkannya kepada rekan-rekannya yang ia dapatkan hanya kata-kata: gila kamu, mana mungkin; jangan mimpi donk, dapet duit dari mana?; kalau punya impian kira-kira dong,… dan banyak kata-kata negatif lainnya. Kata-kata negatif ini kiranya pantas disebut motivasi yang menghancurkan.

Gambar tersebut tanpa disadari olehnya menjadi penguat pikiran dan perasaan yang ia miliki terhadap impian yang ia miliki. Orang barat sana menyebutnya sebagai Law of Attraction (Hukum Penarik): secara sederhana hukum ini memberikan rahasia bahwa kita dapat menarik apa pun yang kita inginkan dengan kekuatan pikiran dan perasaan kita. Pada kasus rekan saya ini ia menceritakan betapa hebatnya kekuatan visualisasi dalam membantu memperkuat pikiran dan perasaan yang ia miliki sebagai magnet untuk menarik impiannya untuk membangun lembaga pendidikan tersebut. Ia menceritakan bahwa dalam waktu yang sangat-sangat…sekali lagi sangat singkat semesta pun bekerja dengan sangat cepatnya, tanpa ia perkirakan seminggu setelah ia menggambarkan impiannya tiba-tiba seseorang menelepon dirinya dan mengungkapkan niatnya untuk mewakafkan dana yang ia miliki untuk pembangunan sekolah tersebut sebesar 1 milyar rupiah,,,wehehe. Dan impian ia pun segera menjadi kenyataan. Bahkan saat ini lembaga pendidikan yang ia bangun telah memiliki aset sebesar 5 milyar rupiah, lebih besar, lebih dari apa yang ia impikan.

Mendengarkan kisah nyata pengusaha tersebut maka yang harus segera Anda lakukan adalah:

– Milikilah impian dan pastikan impian Anda itu besar dan bernilai.

– Yakinlah terhadap apa yang Anda impikan.

– Segera visualisasikan impian yang Anda harapkan terjadi dalam hidup Anda. Gambarkan impian yang Anda miliki, sesederhana apa pun itu gambar yang Anda buat.

– Sampaikan, ceritakan impian Anda kepada orang lain. Ketika impian tersebut sangat bernilai (kebajikan, kebermanfaatan) jangan ragu-ragu untuk menceritakan kepada setiap orang yang Anda temui, sebagaimana contoh pada kisah ini, orang yang mendengarkan impian Anda bisa saja menjadi perantara/jalan bagi orang lain yang akan membantu Anda untuk mewujudkan impian besar Anda.

– Jangan dengarkan motivasi yang menghancurkan dari orang lain.

My Life, My Inspiration

By Asevy Sobari

1 Comment »

  1. Spt the secret ya?

    Comment by bejo — 29 July 2012 @ 6:38 AM | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: